Advertisemen
| | |||||||
| Dunia | |||||||
| BERITA | |||||||
Kremlin: Penyelidikan Dugaan Keracunan Navalny tak Perlu REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Kremlin mengatakan pihaknya tidak perlu menyelidiki penyebab dugaan keracunan yang dialami oleh pemimpin oposisi, Alexei Navalny. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan rumah sakit di Jerman belum secara ...
| |||||||
Penemuan yang Mengubah Dunia: Sebelum Vaksinasi, Plasma Darah Senjata Melawan Pandemi sejak 1880-an KOMPAS.com - Badan pengawas obat dan makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) baru saja mengizinkan penggunaan plasma darah dari pasien yang sembuh dari infeksi virus corona. Pandemi baru ini telah membuat hampir 24 juta orang di dunia terinfeksi ...
| |||||||
Hamas Lawan Tekanan Israel di Jalur Gaza REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Hamas menegaskan tidak akan tinggal diam atas sikap Israel yang terus menekan Jalur Gaza dan melanggar perjanjian yang sudah disepakati. Israel terus melakukan serangan dan menekan posisi Palestina di Jalur Gaza ...
| |||||||
Taliban Serang Pasukan Afghanistan, 20 Tewas Pemberontak Taliban telah melancarkanserangan bom bunuh diri dan serangan lain terhadap fasilitas keamanan pemerintah di Afghanistan. Serangkaian serangan itu menewaskan 20 orang dan mencederai puluhan lainnya. Kekerasan mematikan pada ...
| |||||||
Dukung ISIS, Seorang Wanita dari AS Dijatuhi Hukuman 7 Tahun Penjara Hal itu diungkapkan oleh seorang jaksa federal pada Selasa (25/8/2020) sebagaimana dilansir dari Fox News. Waheba Issa Dais (48) dari Cudahy, Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat ( AS) dihukum penjara karena mencoba memberikan dukungan ...
| |||||||
Hong Kong Tolak Permohonan Pelanggar UU Keamanan REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Pengadilan Tinggi Daerah Otonomi Khusus Hong Kong (HKSAR), Selasa (25/8), menolak permohonan penangguhan penahanan dengan jaminan, yang diajukan orang pertama yang dijerat Undang-Undang Keamanan ...
| |||||||
Dugaan Genosida di Myanmar, Facebook Akhirnya Serahkan Data ke PBB Bisnis.com, JAKARTA - Raksasa media sosial Facebook akhirnya menyerahkan data terkait dugaan genosida di Myanmar. Facebook telah meneruskan informasi terkait akun-akun milik militer Myanmar ke utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ...
| |||||||
Setelah Ayah dan Ibunya Lepas dari Corona, Kini Putra Sulung Presiden Brazil Terinfeksi Covid-19 JURNALGAYA - Beberapa waktu lalu, Presiden Brazil Jair Bolsonaro terinfeksi virus corona. Setelah berhasil mengalahkan virus corona, kini giliran putra sulung sang presiden Flavio Bolsonaro terinfeksi Covid-19. Hal tersebut disampaikan juru bicara Flavio ...
| |||||||
Sejarah Hari Ini: Soviet Berhasil Uji Coba Rudal Antarbenua REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW - Pada 26 Agustus 1957, Uni Soviet mengumumkan telah berhasil menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu ditembakkan ke bagian mana pun di dunia. Pengumuman itu menimbulkan keprihatinan besar Amerika ...
| |||||||
Seorang Warga Australia Dipenjara karena Langgar Karantina REPUBLIKA.CO.ID, VICTORIA -- Seorang perempuan dipenjara selama enam bulan di Australia karena melanggar aturan karantina virus corona. Asher Faye Vander Sanden (28 tahun), melanggar karantina setelah dia kembali dari negara bagian Victoria.
| |||||||
| Lihat hasil lainnya | Edit notifikasi ini | |||||||
| Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts. |
Terima notifikasi ini dalam bentuk feed RSS |
| Kirimkan Masukan |
Advertisemen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar